Laman

Wednesday, 29 March 2017

Jurnal



PENENTUAN JENIS PUPUK TERHADAP TAANAMAN KACANG TANAH MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

Arie Rafika Dewi
Dosen Tetap STT HARAPAN MEDAN
Email : arie.juny@gmail.com

Abstrak - Sistem pakar (expert system) merupakan paket perangkat lunak atau paket program komputer yang ditunjukan sebagai penyedia nasihat dan sarana bantu dalam memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti sains, perekayasaan, matematika, kedokteran, pendidikan dan sebagainya. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  merancang  aplikasi  sistem  pakar  untuk menentukan jenis pupuk yang cocok untuk tanaman kacang tanah yang dapat membantu Dinas Pertanian kabupaten Asahan untuk memberikan penyuluhan kepada petani dengan metode  forward  chaining.  Perancangan  aplikasi  ini  dibuat  dengan  bahasa  pemograman  Visual Basic 6.0 dan  database  Microsoft  Access  2010.  Melalui  aplikasi  ini,  pengguna dapat melakukan  konsultasi  dengan  sistem  layaknya  berkonsultasi  dengan  seorang  pakar untuk mengetahui pupuk apa saja yang cocok buat jenis tanah yang dimiliki pengguna.
Abstract – Expert systems (expert systems) is a software package or a package of computer programs shown as a provider of advice and aids in solving problems in certain specialist fields such as science, engineering, mathematics, medicine, education and so forth. This research aims to devise an expert system application to determine the type of fertilizer suitable for growing peanuts can assist the Department of Agriculture Asahan district to provide counseling to farmers with forward chaining method. The design of this application is made to the programming language Visual Basic 6.0 and Microsoft Access 2010. Through this application, users can consult with the appropriate system to consult with an expert to find out what fertilizer suitable for the type of land owned by the user.

Download File Disini


I.                    PENDAHULUAN
Kacang tanah merupakan tanaman pangan yang mendapat prioritas ke dua untuk dikembangkan dan ditingkatkan produksi setelah padi. Hal ini didorong dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan pangan, bahan baku industri dan pakan ternak. Pupuk adalah senyawa kimia anorganik / organik yang dijumpai di alam atau dibuat manusia yang memiliki nilai harga langsung atau tidak langsung bagi tanaman pemberian pupuk yang tepat akan menghasilkan perubahan pertumbuhan yang sifatnya positif bagi tanaman.
Di daerah kabupaten Asahan memiliki beberapa jenis tanah. Agar tanaman kacang tanah tumbuh dengan baik maka diperlukan pupuk yang cocok untuk tanaman. Semua tanah menyediakan zat – zat atau hara yang tidak sama. Oleh sebab itu dilakukan pemupukan agar tanahnya menjadi subur dan sesuai untuk tanaman kacang tanah.
Pupuk berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil produksi, namun jika pemberian pupuk baik itu pupuk organic ataupun anorganik yang berlebihan atau tidak sesuai dosis dan pemberiannya tidak tepat waktu terhadap tanaman  justru akan merusak dan dapat menurunkan hasil produksi.
Sistem pakar merupakan sebuah  program  komputer  yang  mencoba meniru  atau  mensimulasikan  pengetahuan (knowledge)  dan  ketrampilan  (skill)  dari  seorang pakar pada area tertentu. Forward chaining merupakan  suatu metode  dari  inference  engine  untuk  memulai penalaran  atau  pelacakan  suatu  data  dari  fakta-fakta  yang  ada  menuju  suatu  kesimpulan.  
Dengan sistem pakar seorang awam dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit atau bisa juga hanya mencari informasi yang ingin diketahui tanpa bantuan para ahli. Sistem pakar juga dapat membantu aktifitas pakar yang difungsikan sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan.
Metode forward chaining ini pernah digunakan oleh Ginanjar Wiro Sasmito, (2011) hasil penelitiannya berupa sebuah jurnal yang menyajikan sebuah sistem pakar dapat diterapkan ke daerah–daerah pertanian yaitu untuk mendiagnosa hama dan penyakit tanaman bawang dan paprika berdasarkan simulasi gejala yang telah dipilih sebelumnya menggunkan forward chaining teknik inferensi dan aturan berbasis pendekatan sebagai pendekatan rekayasa untuk basis pengetahuan.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1       Pengertian Sistem Pakar
                Sistem pakar (expert system) merupakan paket perangkat lunak atau paket program komputer yang ditunjukan sebagai penyedia nasihat dan sarana bantu dalam memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti sains, perekayasaan, matematika, kedokteran, pendidikan dan sebagainya. Sistem pakar merupakan subset dari Artificial Intelegence, (Muhammad Arhami, 2005).
Menurut Nasrul Halim (2001), Sistem pakar adalah sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran inferensi menyerupai seorang pakar dalam menyelesaikan masalah.

2.2          Metode Forward Chaining
Forward Chaining merupakan merupakan aturan-aturan (rules) yang diuji satu  demi  satu dalam urutan tertentu (data driven). Pendekatan ini dimulai  dari informasi masukan, dan selanjutnya mencoba menggambarkan kesimpulan.

2.3          Tanaman Kacang Tanah
Menurut Mona Faronika, et al (2013) kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan, tepatnya  berasal  dari  Brazilia.  Penanaman  pertama  kali  dilakukan  oleh  orang  Indian (suku  asli bangsa  Amerika).  Kacang tanah  memiliki  kandungan  protein 25-30%,  lemak 40-50%, karbohidrat 12% serta vitamin B1. Kacang tanah mengandung anti oksidan, yaitu senyawa tokoferol, selain itu mengandung arakhidonat, dan mineral (Kalsium, Magnesium, Phosphor, dan Sulfur), serta vitamin (riboflavin, thianin, asam  nikotinik,  vitamin  E,  dan  vitamin  A).

2.4          Pupuk
Pupuk adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun anorganik dengan maksud untuk mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah dan bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam faktor keliling atau lingkungan yang baik, (Mul Mulyani Sutedjo, 2010).


2.5          Tanah
Tanah adalah bahan mineral yang tidak padat (unconsulidated) terletak di permukaan bumi, yang telah dan akan tetap mengalami perlakuan dan dipengaruhi oleh faktor – faktor genetik dan lingkungan yang meliputi bahan induk, iklim (termasuk kelembaban dan suhu), organisme (makro dan mikro) dan topografi pada suatu periode waktu tertentu, (Kemas Ali Hanafiah, 2010).
III.     METODE PENELITIAN

3.1               Kerangka Kerja Penelitian (Frame Work)

Pada tahapan ini akan diuraikan kerangka kerja penelitian. Kerangka kerja ini merupakan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penyelesaian analisa perbandingan antara metode yang digunakan dalam penelitian. Adapun kerangka kerja penelitian ini dapat digambarkan pada gambar 3.1.




 





Gambar 1 Kerangka Kerja Penelitian
IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.         Knowleadge Base (Basis Pengetahuan)
Penulis melakukan wawancara kepada beliau tentang tanaman kacang tanah. Untuk penentuan jenis pupuk kacang tanah. Ada beberapa faktor yang mendukung untuk penentuan jenis pupuk tanaman kacang tanah yaitu :
  1. Kondisi tanah
  2.  Waktu pemupukan,
  3. Pupuk yang digunakan dan dosis pupuk yang diberikan.
Untuk kondisi tanah dapat ditentukan dari ciri-ciri tanah. Di kabupaten Asahan terdapat 5 jenis tanah. Jenis tanah di kabupaten Asahan yaitu tanah alluvial, tanah regosol, tanah latosol, tanah grumosol dan tanah mediteran merah-kuning. Dari semua jenis tanah tersebut peneliti membuat kiteria ciri-ciri tanah yang ada di kabupaten Asahan. Untuk kiteria tanah yang berisi tekstur yaitu berlempung, berpasir dan beranekaragam. Untuk kiteria pH tanah yaitu pH netral dan pH sedang. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di tabel di bawah ini : 
Tabel 1 Kriteria ciri-ciri tanah
No
Kriteria
Ciri – Ciri Tanah
1
Tekstur
Lempung 


pasir


Beranekaragam 
2
pH
Netral


Rendah 
3
Struktur
Berbukit tunggal


Kersai


Belum terbentuk struktur
Gumpal bersudut
4
Jenis tanah
Tanah berkembang


Tanah tidak berkembang
5
Solom
Dalam


Sedang hingga dangkal
6
Konsistensi tanah
Lepas-lepas


Bila basah sangat lekat dan plastis
7
Kejenuhan tanah
Basa tinggi


Basa rendah
8
Kapasitas tanah
Absorpsi tinggi


Absorpsi sedang
9
Permeabilitas
Lambat dan peka erosi


Sedang dan peka erosi

Tabel 2 Waktu Pemupukan
Jenis Tanah
Waktu
Pupuk
Tanah Alluvial
Seminggu sebelum tanam
N
Seminggu atau sesudah penanaman
P
Dua minggu penanaman
K

Tanah Regosol
Seminggu sebelum tanam
Urea
Seminggu atau sesudah penanaman
SP-36
Dua minggu penanaman
KCL
Tanah Latosol
Seminggu sebelum tanam
ZA
Seminggu atau sesudah penanaman
SP-36
Dua minggu penanaman
KCL
Tanah Grumosol
Seminggu sebelum tanam
Urea
Seminggu atau sesudah penanaman
SP-36
Dua minggu penanaman
KCL
Tanah Mediteran Merah – Kuning
Seminggu sebelum tanam
Urea
Seminggu atau sesudah penanaman
SP-36
Dua minggu penanaman
KCL

4.2.         Penyajian Fakta
Berdasarkan uraian tabel di atas maka dapat ditampilkan tabel penyajian fakta penentuan jenis pupuk untuk tanaman kacang tanah.  Berikut tabel penyajian fakta komposisi pupuk berdasarkan jenis tanah untuk tanaman kacang tanah di bawah ini :
Tabel 3 Kode dan Ciri-Ciri Tanah
Kode
Ciri-Ciri Tanah
G1
Tekstur tanah lempung
G2
Tekstur tanah berpasir
G3
Tekstur tanah beranekaragam
G4
pH netral
G5
pH rendah
G6
Struktur tanah belum terbentuk
G7
Struktur tanah berbukit tunggal
G8
Struktur tanah kersai
G9
Struktur gumpal bersudut                
G10
Jenis tanah belum berkembang
G11
Jenis tanah berkembang
G12
Solom dalam
G13
Solom sedang hingga dangkal
G14
Konsistensi lepas-lepas
G15
Konsistensi bila basah sangat lekat dan plastis
G16
Kejenuhan basa tinggi
G17
Kejenuhan basa rendah
G18
Kapasitas tanah absorpsi tinggi
G19
Kapasitas tanah absorpsi sedang
G20
Permeabilitas tanah lambat dan peka erosi
G21
Permeabilitas tanah sedang dan peka erosi
G22
Waktu pemberian pupuk seminggu sebelum tanam
G23
Waktu pemberian pupuk sebelum dan sesudah penanaman
G24
Waktu pemberian pupuk setelah 2 minggu penanaman


Tabel 4 kode dan Pupuk
kode
Jenis Tanah
Pupuk
Dosis
(kg/ha)
P1
Tanah Alluvial
N
15-20
P2
P
45
P3
K
50-60
P4

Tanah Regosol
Urea
50
P5
SP-36
50
P6
KCL
100-150
P7
Tanah Latosol
ZA
100
P8
SP-36
80-125
P9
KCL
35-50
P10
Tanah Grumosol
Urea
50
P11
SP-36
80
P12
KCL
35
P13
Tanah Mediteran Merah – Kuning
Urea
50
P14
SP-36
80
P15
KCL
35


Tabel 5 Daftar Aturan
No
Aturan (Rule)
1
IF Tekstur beraneka ragam AND Belum terbentuk struktur AND Kesuburan sedang hingga Tinggi  AND Memiliki derajat keasaman (pH) yang rendah AND Kejenuhan basa rendah AND Struktur tanah jelek AND Pemberian pupuk seminggu sebelum tanam AND Pemberian pupuk seminggu sebelum tanam atau sesudah penanaman AND Pemberian pupuk 2 minggu setelah penanaman kacang tanah Belum mengalami perkembangan atau diferensiasi horizon AND Berasal dari bahan induk aluvium AND
THEN tanah Alluvial AND pupuk  N = dosis 15-20 kg/ha AND pupuk P = dosis 45 kg/ha AND pupuk K = dosis 50-60 kg/ha
2
IF Jenis tanah masih muda AND Belum mengalami perkembangan atau diferensiasi horizon AND Berasal dari bahan induk aluvium AND Tekstur beraneka ragam AND Belum terbentuk struktur AND Kesuburan sedang hingga Tinggi  AND Memiliki derajat keasaman (pH) yang rendah AND Kejenuhan basa rendah AND Struktur tanah jelek AND Pemberian pupuk seminggu sebelum tanam AND Pemberian pupuk seminggu sebelum tanam atau sesudah penanaman AND Pemberian pupuk 2 minggu setelah penanaman kacang tanah
THEN tanah Alluvial AND pupuk  N = dosis 15-20 kg/ha AND pupuk P = dosis 45 kg/ha AND pupuk K = dosis 50-60 kg/ha
3
IF Jenis tanah berkembang atau diferensiasi horison AND Solom dalam AND Tekstur lempung AND Warna coklat, merah hingga kuning AND Beriklim basa AND Mudah menyerap air AND Memiliki pH 6-7 hingga asam AND Pemberian pupuk seminggu sebelum tanam AND Pemberian pupuk seminggu sebelum tanam atau sesudah penanaman AND Pemberian pupuk 2 minggu setelah penanaman kacang tanah
THEN tanah latosol AND pupuk Za = dosis 100 kg/ha AND pupuk SP-36 = dosis 80-125 kg/ha AND pupuk KCL =dosis 35-50 kg/ha
4
IF Jenis tanah mineral yang mempunyai perkembangan profil AND Tekstur lempung berat AND Struktur kersai (granular) di lapisan atas dan gumpal hingga pejal di lapisan bawah AND Konsistensi bila basah sangat lekat dan plastis AND pH netral AND Bila kering sangat keras dan tanah retak-retak AND Kejenuhan basa rendah AND Kapasitas absorpsi tinggi AND Permeabilitas lambat dan peka erosi AND Pemberian pupuk seminggu sebelum tanam AND Pemberian pupuk seminggu sebelum tanam atau sesudah penanaman AND Pemberian pupuk 2 minggu setelah penanaman kacang tanah
THEN tanah grumosol AND pupuk Urea = dosis 50 kg/ha AND pupuk SP-36 = dosis 80 kg/ha AND pupuk = dosis 35kg/ha
5
IF Jenis tanah mempunyai perkembangan profil AND Solom sedang hingga dangkal AND Warna coklat hingga merah AND Mempunyai horizon B argilik AND Tekstur geluh hingga lempung AND Struktur gumpal bersudut AND Konsistensi teguh dan lekat bila basah AND pH netral hingga agak basa AND Kejenuhan basa tinggi AND Daya absorpsi sedang AND permeabilitas sedang dan peka erosi AND Pemberian pupuk seminggu sebelum tanam AND Pemberian pupuk seminggu sebelum tanam atau sesudah penanaman AND Pemberian pupuk 2 minggu setelah penanaman kacang tanah
THEN Jenis tanah Mediteran Merah-Kuning AND pupuk Urea = dosis 50 kg/ha AND pupuk TSP = dosis 50 kg/ha AND pupuk KCL = dosis 50-100 kg/ha

4.3.         Inferensi Engine

Inferensi Engine merupakan otak dari sistem pakar, berupa perangkat lunak yang melakukan tugas inferensi penalaran sistem pakar, biasanya dikatakan sebagai mesin pemikir. Pada prinipnya mesin inilah yang akan mencari solusi dari suatu permasalahan. Dalam mesin inferensi ini penulis menggunakan runut maju (Forward Chaining), yaitu proses yang bermula dari kondisi yang diketahi menuju tujuan yang diinginkan. Pada sistem pakar untuk menentukan jenis pupuk terlihat ketika proses penelusuran user diminta untuk memilih ciri – ciri tanah yang ditampilkan sistem. Selanjutnya sistem melakukan penelusuran pada rule untuk mencari fakta berdasarkan ciri – ciri tanah yang cocok pada pupuk yang digunakan.
Gambar 2 Algoritma Inference Engine
Mesin inference yang digunakan untuk penentuan jenis pupuk untuk tanaman kacang tanah adalah penelusuran maju (Forward Chaining), sehingga dari beberapa ciri – ciri tanah dan nama pupuk dapat dibentuk sebuah rule dalam bentuk pohon keputusan untuk penelusuran penentuan jenis pupuk pada gambar 4.5.

4.4.              Implementasi

Sistem pakar yang sudah dirancang dan  diinstalkan  selanjutkan  dilakukan tahapan pengujian untuk masing - masing form sebagai berikut :
1.     Implementasi Proses Login
Untuk form login fungsinya sebagai  berikut : User harus login dengan memasukkan data – data yang dibutuhkan, seperti Level ID, User ID serta  Password. Untuk Level ID berfungsi untuk membedakan user yang akan  menggunakan sistem pakar ini. Level ID terdiri dari 2 macam, yaitu : user dan Administrator. Dalam pengujian form login sebagai berikut :
Gambar 3 Proses Pengujian Form Login Level Admin
Pengujian proses di atas merupakan pengujian terhadap data yang sebenarnya dan sesuai dengan database maupun prosesnya, untuk membuktikan lagi sistem form login  ini  bekerja  dengan baik  maka kita cobakan  dengan  data  yang  salah.  Jika  User ID diisi  sembarang  data  contoh  “tessaja”  dan  Password  diisi  dengan “tessaja”  juga.  Setelah  dieksekusi  program  ini  menampilkan “pesan  error  artinya data  yang  diinputkan  ada  kesalahan  dan  tidak  sesuai  dengan  sistem. Dapat dilihat gambar 5.2 di bawah ini :
Gambar 4 Proses Pengujian Form Login Dengan Data Yang Salah
2.     Implementasi Proses Menu Utama

Setelah user atau adminnya mengisi data mereka kemudian proses selanjutnya yaitu masuk ke form menu utama. Di mana menu utama terdapat  beberapa menu yaitu file, diagnosis, master, dan laporan. Di dalam menu file berisikan login, logout, dan keluar. Di dalam menu diagnosis berisikan diagnosis masalah dan hasil diagnosa. Di dalam menu master berisikan pengetahuan dan data pupuk. Sedangkan untuk laporan berisikan data laporan.
Gambar 5 Proses Pengujian Form Menu Utama
3.     Implementasi Proses Form Basis Pengetahuan

Form ini berfungsi untuk menghubungkan permasalahan – permasalahan yang ada sehingga menampilkan solusi yang tepat bagi si pengguna sistem.
  1. Untuk pengisian data - data yang dibutuhkan sebagai berikut :
  1. ID Pengetahuan merupakan kode pembeda dari data - data yang  akan dinput nantinya, contoh ID Pengetahuan “G1”
  2. Kolom pertanyaan diisi dengan pertanyaan - pertanyaan yang diberikan  untuk ditelusuri oleh si pengguna nantinya.
  3. Kolom  isian  “Fakta  Ya”  dan  “Fakta  Tidak”  diisi  dengan  komentar  dari pertanyaan.
  4. Untuk kolom “Jika Ya” dan “Jika Tidak”  dengan  cara  memilih  data - data yang dimunculkan, yang merupakan keterkaitan dari  pertanyaan  yang diberikan,  jika pertanyaan yang diberikan  mengarah  kepada  jawaban  “Ya” maka dilanjutkan ketahapan  pilihan berikutnya.
  1. Tombol - tombol untuk kontrol program yang berada di atas berfungsi sebagai berikut : 
  1. Tombol “Tambah” Untuk menambahkan data.
  2. Tombol “ Simpan” untuk menyimpan data, yang akan aktif setelah mengklik tombol  “Tambah”.  Jika  data  terisi  sebagian  maka  tombol  simpan  tidak  bisa berfungsi.
  3. Tombol “Ubah” untuk eksekusi data - data yang akan di ubah dengan memilih dulu record yang ada pada datagrid.
  4. Tombol  “Hapus” untuk  menghapus data pada database dengan  memilih dulu record yang ada pada datagrid.
  5. Tombol “Keluar” untuk keluar dari form basis pengetahuan.
Berikut gambaran proses testing form basis pengetahuan :
Gambar 6 Form Basis Pengetahuan
4.     Implementasi Proses Form Pupuk

Fungsi dari form pupuk ini adalah untuk menyimpan data pupuk berdasarkan ciri tanah yang ada. Adapun pengujian dari Form  Pupuk ini sebagai berikut :
  1. Data - data yang akan di inputkan di form ini adalah : ID Pupuk dan Nama Pupuk.
  2. Untuk ID Pupuk berisi  dengan  kode  contoh isiannya “P1”.
  3. Untuk Nama Pupuk berisi dengan nama pupuk yang digunakan.
  4. Untuk Nama Tanah berisi dengan tanah yang cocok untuk pupuknya.
  5. Tombol - tombol untuk kontrol program yang berada di bagian atas  berfungsi sebagai berikut : 
  1. Tombol “ Simpan” untuk menyimpan data.
  2. Tombol “Ubah” untuk eksekusi data - data yang akan diubah dengan memilih dulu record yang ada pada datagrid.
  3. Tombol “Batal” untuk  membatalkan isian data.
  4. Tombol  “Hapus” untuk  menghapus data pada database dengan  memilih dulu record yang ada pada datagrid.
  5. Tombol “Keluar” untuk keluar dari form permasalahan.
Berikut gambaran proses pengujian form pupuk :
Gambar 7 Form Pupuk
5.     Implementasi Form Diagnosa Masalah

Form Diagnosis masalah ini merupakan form tampilan pilihan - pilihan pertanyaan untuk menelusuri fakta - fakta dari permasalahan. Sumber pertanyaan yang muncul dari form ini berasal dari input data pada “Form Basis Pengetahuan” pada Gambar 5.4. Fungsi dari tombol – tombol pada gambar di bawah ini yaitu :
  1. Tombol “Ya” diklik jika pertanyaan yang diberikan sesuai fakta.
  2. Tombol “Tidak” diklik jika pertanyaan yang diberikan tidak sesuai dengan fakta.
  3. Tombol “ Selesai” diklik jika ingin mengakhiri proses dari form.
Berikut gambaran proses testing form diagnosis masalah di bawah ini :





Gambar 8 Form Diagnosa Masalah
6.     Hasil Implementasi Form Diagnosa

Hasil dari form diagnosa ini berisikan ciri – ciri tanah beserta nama tanah yang ada dan nama pupuk yang digunakan untuk tanaman kacang tanah yang sesuai dengan ciri – ciri tanah yang ada. Adapun fungsi dari tombol – tombol yang ada di gambar 5.7 yaitu sebagai berikut :
  1. Tombol “Simpan” berfungsi untuk menyimpan hasil dari Form Diagnosa.
  2. Tombol “Cetak” berfungsi untuk mencetak hasil dari Form Diagnosa.
  3. Tombol “Keluar” berfungsi untuk keluar dari proses.
Berikut gambaran proses testing form hasil diagnosis :




Gambar 9 Form Hasil Diagnosa Masalah
V.    KESIMPULAN
Setelah mempelajari, membahas dan menganalisis pengetahuan sistem pakar menentukan jenis pupuk tanaman kacang tanah maka diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
  1. Aplikasi ini memberikan informasi tentang ciri – ciri tanah,waktu pemupukan, dosis pupuk dan pupuk yang digunakan dapat diinformasikan secara terkomputerisasi dengan metode inferensi forward chaining di sistem pakar yang dapat membantu petugas penyuluh di Dinas Pertanian kabupaten Asahan dalam melaksanakan tugasnya secara lebih efisien.
  2. Dengan tersedianya pengetahuan yang didasarkan pada rule dan knowlede base, aplikasi ini layak dijadikan sebagai alternatif kedua dari fungsi seorang pakar dalam menentukan jenis pupuk.
  3. Administrator mempunyai hak akses dalam sistem ini dari penginputan  ciri-ciri tanah, pupuk, serta update dalam sistem pakar ini.
  4. Program aplikasi sistem pakar ini diharapkan dapat membantu pengguna memberikan informasi pupuk yang sesuai dengan ciri – ciri tanah yang ada.
  5.  
DAFTAR REFERENSI
Ginanjar Wiro Sasmito, Bayu Surarso, dan Aris Sugiharo, (2011). “Application  Expert System of Forward Chaining and The Rule Based Reasoning For Simulation Diagnose Pest and Disease Red Onion and Chili Plant”. Proceeding of The International Conference on Information System For Business Competitiveness.

Kemas Ali Hanafiah, (2010). “Dasar – Dasar Ilmu Tanah”. RAJAGRAFINDO. Jakarta.

Kusrini, (2008). “Aplikasi Sistem Pakar”. ANDI. Yogyakarta.

Mona Faronika1, Luthfi Aziz Mahmud Siregar, Hasmawi Hasyim, (2013). “Evaluasi Produktifitas Dan Kualitas Beberapa Varetas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Di Tanah Berstektur Liat”. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1 USU Medan.

Muhammad Arhami, (2005). “Konsep Dasar Sistem Pakar”. ANDI. Yogyakarta.

Mul Mulyani Sutedjo, (2010). “Pupuk Dan Cara Pemupukan”. RINEKA CIPTA. Jakarta.


IDENTITAS PENULIS

Nama                 : Arie Rafika Dewi
NIP/NIK            : 0124068803         
TTL                    : Sei Lama / 24 Juni 1988
Golongan / Pangkat : -
Jabatan Fungsional  : -      
Alamat               : Jl.H.M. JHONI Gang Ani 47A Medan
Telp.                   : 081376296024






No comments:

Post a Comment

Artikel